Skip to content

Praktikum APBO II dan III

October 30, 2010

Diagram Use Cases

Pertemuan ke : II dan III

Alokasi Waktu : 3 Jam (2 pertemuan)

Kompetensi Dasar : 1. Mahasiswa mampu memahami Use case diagram serta membuat use case business use case dan use case sistem

Indikator : 1. Membuat program menggunakan Rational Rose terkait dengan Use case diagram serta membuat use case business use case dan use case sistem

  1. Teori Pendukung

Masalah umum dengan use case adalah dengan memfokuskan pada interaksi diantara user dan system. Sering kali perubahan pada proses bisnis adalah jalan terbaik menyelesaikan masalah. Oleh karena itu use case perlu dibedakan menjadi sistem use case dan business use case. System use case adalah sebuah interaksi dengan software, sedangkan business use case lebih menekankan kepada bagaimana sebuah bisnis merespon ke pelanggan atau kejadian/event.

Item Pemodelan Bisnis Pemodelan Sistem
Use Case Menjelaskan apa yang bisnis kerjakan Menjelaskan apa yang sistem lakukan di dalam bisnis
Aktor Eksternal terhadap organisasi Eksternal terhadap sistem (mungkin internal terhadap organisasi)
Pekerja bisnis Internal terhadap organisasi Tidak digunakan

  1. Pemodelan Bisnis

Pemodelan bisnis atau business modeling adalah studi tentang organisasi. Ketika kita sedang melakukan pemodelan bisnis, kita sedang menguji struktur organisasi, memperlihatkan peranan-peranan di dalam organisasi, dan bagaimana mereka terhubungkan satu dengan yang lainnya. Juga menguji aliran kerja (work flow) dalam organisasi, proses utama di dalam organisasi, bagaimana mereka bekerja, seberapa efektif dan efisien cara kerja yang mereka lakukan. Demikian juga akan dilakukan pengujian entitas yang ada di luar organisasi, individu atau oerusahaan lain yang saling berhubungan dengan bisnis organisasi.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk membangun pemodelan bisnis antara lain:

  • Mengidentifikasi aktor bisnis dan pekerja bisnis
  • Mengidentifikasi use case bisnis
  • Membuat diagram use case bisnis
  • Membuat aliran kerja (work flow)

Konsep pemodelan bisnis, antara lain:

  • Aktor bisnis

Adalah seorang atau business actor adalah seorang atau sesuatu yang ada di luar organisasi dan berinteraksi dengan organisasi yang terlibat dalam kegiatan bisnis organisasi.

  • Pekerja bisnis

Pekerja bisnis atau bussines worker adalah suatu peranan di dalam organisasi, bukan posisi. Pemodelan pekerja bisnis digunakan untuk memahami peranan di dalam bisnis dan bagaimana peran tersebut berinteraksi dengan proses bisnis organisasi.

  • Use Case bisnis

Use case bisnis dan bussines use case adalah model yang digunakan untuk menggambarkan proses bisnis organisasi.

  • Relasi Asosiasi (Association)

Relasi asosiasi adalah relasi antara aktor bisnis atau pekerja bisnis dan use case bisnis. Ia mengidentifiaksikan bahwa aktor atau pekerja bisnis tertentu berkomunikasi terhadap fungsionalitas yang disediakan dalam use case bisnis.

  • Relasi Generalisasi (Generalization)

Relasi Generalisasi digunakan ketika ada dua atau lebih aktor bisnis, pekerja bisnis atau use case bisnis yang sangat serupa.

  • Entitas bisnis

Entitas bisnis adalah objek yang digunakan oleh organisasi utnuk melakukan aktivitas bisnis atau yang organisasi hasilkan saat melakukan aktifitas bisnis.

  • Diagram Use Case bisnis

Diagram use case bisnis menunjukkan interaksi antara use case bisnis, aktor bisnis, dan pekerja bisnis dalam sebiah organisasi.

  • Diagram Aktivitas

Diagram aktivitas adalah sebuah cara untuk memodelkan aliran kerja dari use case bisnis dalam bentuk grafik.

  • Unit Organisasi

Unit organisasi dapat diartikan sebagai kumpulan pekerja bisnis atau elemen-elemen pemodelan bisnis lainnya. Mekanisme ini dapat digunakan untuk mengelompokkan model-model bisnis.

  1. Pemodelan Sistem

Use case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan bukan “bagaimana”. Sebuah use case merepresentasikan sebuah interaksi antara aktor dengan sistem. Use case merupakan sebuah pekerjaan tertentu, misalnya login ke sistem, meng-create sebuah daftar belanja, dan sebagainya.

Seorang/sebuah aktor adalah sebuah entitas manusia atau mesin yang berinteraksi dengan sistem untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu.

Sebuah use case dapat meng-include fungsionalitas use case lain sebagai bagian dari proses dalam dirinya. Secara umum diasumsikan bahwa use case yang di-include akan dipanggil setiap kali use case yang meng-include dieksekusi secara normal.

Sebuah use case dapat di-include oleh lebih dari satu use case lain, sehingga duplikasi fungsionalitas dapat dihindari dengan cara menarik keluar fungsionalitas yang common.

Sebuah use case juga dapat meng-extend use case lain dengan behaviour-nya sendiri.

Sementara hubungan generalisasi antar use case menunjukkan bahwa use case yang satu merupakan spesialisasi dari yang lain.

Use-Case View untuk menampilkan fungsi-fungsi dari sistem berkaitan dengan aktor eksternal. Aktor yang berinteraksi dengan sistem dapat berupa seorang user atau sistem lainnya. Use-case view ditujukan untuk para customer, designer, developer, dan tester. Use-case view merupakan bagian sentral dari view karena isinya menjadi pengendali view yang lain. Tujuan akhir dari sebuah sistem adalah untuk menyediakan fungsi-fungsi yang dijelaskan dalam use-case view, karena itu use-case view mempengaruhi seluruh view lainnya. Use-case View juga digunakan untuk validasi dan verifikasi system.

Use Case dan aktor masing-masing tidak berdiri sendiri. Mereka saling terhubung dengan apa yang dinamakan relasi. Dalam hal ini, ada berbagai relasi yang dikenal dalam model UML, yaitu :

  • Relasi Asosiasi, relasi yang terjadi antara aktor dan use-case. Dalam UML, asosiasi digambarkan dengan garis lurus dengan kepala panah di salah satu ujungnya. Seperti gambar dibawah ini.
  • Include Relationship (relasi cakupan), memungkinkan suatu use case untuk menggunakan fungsionalitas yang disediakan oleh use case yang lainnya. Contoh terlihat pada gambar dibawah ini.

Pada contoh diatas, use case “membuat dokumen data barang masuk” akan selalu dilakukan dengan menjalankan use case “ mencetak dokumen data barang masuk”

  • Extends Relationship, memungkinkan suatu use case memiliki kemungkinan untuk memperluas fungsionalitas yang disediakan use case yang lainnya. Contoh terlihat pada gambar dibawah ini.

Pada contoh diatas, dimana ketika use case “membuat dokumen data barang masuk” sedang berjalan, use case “mencetak dokumen data barang masuk” berjalan jika dan hanya jika diinginkan oleh aktor. Jika tidak diinginkan maka use case “mencetak dokumen data barang masuk” tidak akan pernah dijalankan.

  1. Langkah Praktikum – Use Case View
  1. Membuat diagram-diagram use case

Untuk membuat diagram-diagram use case, kita tinggal meng-klik pada toolbar komponen apa yang kita butuhkan kemudian menariknya ke jendela diagram. Setelah itu, hal terpenting dan mendasar yang harus dilakukan adalah melakukan penamaan-penamaan, entah itu pada aktor, pada use case, atau pada relasi-relasi yang kita buat. Selain itu jika memang diperlukan, kita juga dapat menambahkan spesifikasi-spesifikasi tambahan pada masing-masing aktor, use case ataupun relasi. Caranya adalah dengan meng-klik kanan aktor, use case, atau relasi baik pada diagram atau pada browser dan memilih Open Spesification (lihat pada gambar di bawah ini).

  1. Menambahkan dan menghapus use case

Untuk menambah use case lakukan hal berikut ini:

  • Pilih tombol use case () pada toolbar
  • Klik bagian mana saja diagram use case maka use case akan terbentuk dengan nama default NewUseCase
  • Nama default tersebut dapat dirubah dengan mengklik ganda dan mengetikkan nama yang kita inginkan.

Sedangkan untuk menghapus use case dengan cara sebagai berikut:

  • Klik kanan use case pada browser atau pada diagram use case
  • Pilih Edit Delete (jika hanya menghapus dari diagram ini saja) atau Edit Delete From Model (jika ingin menghapus use case dari seluruh bagian model).
  1. Menambah dan menghapus aktor

Untuk menciptakan aktor dalam suatu diagram use case, kita harus melakukan hal-hal berikut ini:

  • Klik tombol aktor () pada toolbar
  • Klik pada bagian mana saja dalam diagram use case, aktor yang baru secara default akan bernama NewClass
  • Nama default tersebut dapat dirubah dengan mengklik ganda dan mengetikkan nama yang kita inginkan.

Aktor juga dapat dihapus dengan cara sebagai berikut:

  • Klik aktor yang kan dihapus dari diagram use case
  • Klik kanan, pilih Edit Delete (jika hanya menghapus dari diagram use case) atau Edit Delete From Model (jika ingin menghapus use case dari keseluruhan model).
  1. Membuat relasi
  1. Relasi Asosiasi, dengan melakukan langkah berikut ini:
  • Klik Undirectional Accosiation () dari toolbar
  • Klik dan jangan lepaskan (drag) mouse dari aktor ke use case atau dari use case ke aktor.
  • Rational rose akan menggambar relasi antara use case dan aktor atau sebaliknya.
  1. Include Relationship, kita dapat melakukan langkah berikut ini:
  • Pilih toolbar Dependency ()
  • Drag dari suatu use case ke use case lain yang akan digunakan (dari use case konkret ke use case abstrak)
  • Rational rose akan menggambar kebergantungan (dependency) di antara dua use case
  • Klik kanan garis relasi dan pilih Open specification
  • Pada listbox Stereotype pilih Include ()
  • Klik OK untuk menutup jendela spesifikasi
  • Kata <<include>> akan berada di atas tanda panah dependency
  • Buka jendela spesifikasi use case abstrak, klik checkbox abstrak ()
  1. Extend Relationship, kita dapat melakukan langkah berikut ini:
  • Pilih toolbar Dependency ()
  • Drag dari suatu use case ke use case lain yang akan digunakan (dari use case konkret ke use case abstrak)
  • Rational rose akan menggambar kebergantungan (dependency) di antara dua use case
  • Klik kanan garis relasi dan pilih Open specification
  • Pada listbox Stereotype pilih extend ()
  • Klik OK untuk menutup jendela spesifikasi
  • Kata <<extend>> akan berada di atas tanda panah dependency
  • Buka jendela spesifikasi use case abstrak, klik checkbox abstrak ()
  1. Membuat contoh diagram use case bisnis (APOTEK)
  1. Membuat contoh diagram use case sistem (APOTEK)

Use Case Sistem untuk proses bisnis “Membuat Data Barang Masuk”

Use Case Sistem untuk proses bisnis “Menjual Obat”

  1. Menggunakan Rational Rose untuk menyelesaikan kasus yang sudah diberikan
  2. Asisten mengoreksi tugas, dan evaluasi berupa pretest dan postest praktikan.
  1. Post Test (halaman 13)
  1. Referensi
  1. Rational Rose untuk Pemodelan Berorientasi Objek, Informatika.
  2. Pemodelan Sistem Informasi Berorientasi Objek dengan UML, Graha Ilmu.
  3. Pengantar UML (Unified Modeling Language), IlmuKomputer.com
  1. Post Test
  1. Dari studi kasus “pendaftaran praktikum” tentukan:
  1. Use Case yang dibutuhkan oleh sistem
  2. Aktor yang terlibat dalam sistem
  1. Kerjakan menggunakan Tool Rational Rose
  2. Tuliskan dan gambarkan hasilnya pada lembar jawaban dibawah ini.
 

 

Nilai 

 

Yogyakarta, …………………………………………. 

Paraf asisten

<……………………………………>



From → APBO

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: