Skip to content
Tags

Berijazahkan S1 Menjadi Karyawan (sales) Marketing

March 15, 2011

Dari desa Larangan, kab. Brebes dia tinggal, bernama Hermanto Saputra. Laki-laki lulusan SMK Nurul Hikmah Larangan yang melanjutkan kuliah dengan jurusan Teknik Informatika di Universitas Negeri Yogjakarta (UNY). Dia terbilang orang yang suka bemalas-malasan yang sukanya menyia-nyiakan waktu sehingga terbilang orang dengan masa depan yang suram. Dari tingkah lakunya dia itu selalu mendapatkan IP tiap semester pas-pasan bisa di bilang bawah standard di karenakan dalam hidupnya tidak ada kata belajar ataupun membaca buku. Kemungkinan dia berperilaku seperti itu karena hidupnya selalu di manja oleh kedua orang tuanya karena cuma dia anak satu-satunya dari kedua orang tua tersebut.

Dalam ke hidupannya dia mempunyai seorang pacar yang bertempat tinggal di Temanggung bernama Dwi Rasti. Di lihat dari raut wajahnya dia pun bahagia dengan kehidupannya karena bisa menikmati hari demi hari dengan sang kekasih tanpa mereka sadari gaya pacaran mereka pun terbilang melebihi batas atau dalam kasarnya hamil di luar nikah padahal mereka berdua belum bisa lulus kuliah (wisuda) pada semester 8 dan terbilang masih lama untuk menempuh ke lulusan kuliahnya. Dari kejadian tersebut akhirnya mereka berdua menikah dalam keadaan masih menjalani kuliah dan melahirkan anaknya dengan di biayai dari kedua orang tuanya.

Satu tahun setengah sudah di jalani, akhirnya mereka pun lulus kuliah. Si Hermanto pun langsung bergegas melamar kerja dari toko, kantor ataupun supermarket untuk bisa bekerja. Dari lamaran kerja tersebut tidak pasti dia langsung di terima kerja semua harus sabar dan butuh proses. Hari demi hari Hermanto lalui akhirnya dia pun di terima kerja di sebuah toko yang menjual alat-alat elektronik seperti kamera, komputer, laptop dll. Dia pun bersyukur dengan pendapatan 1.500.000/bulan walaupun dengan penghasilan segitu tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari karena mereka terbilang kehidupannya mewah. setiap hari hermanto lalui dengan pantang menyerah sehingga dia di percaya oleh Bosnya dan ia pun di naikan gajinya menjadi 2.500.000 karena ke uletan kerjanya. Dengan penghasilan segitu yang lambat laun cukup memuaskan Hermanto pun menikmatinya dan bagi dia cukup puas untuk kehidupannya.

Kesimpulan :

Dari cerita di atas bahwa hidup itu bukan hanya tergantung pada orang tua semata tapi hidup itu perlu merasakan susah payahnya mencari uang sehingga tidak memandang hidup di lihat dari enaknya saja dan perlu kita tahu kalo sifat maunusia itu paling penting jangan suka puas akan penghasilan kita berapa pun tapi kita harus putar otak kita agar bisa meningkatkan penghasilan yang bisa di nikmati di kemudian hari.

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: